Rabu, 02 Maret 2011

Seputar Pemahaman Sedulur Papat Lima Pancer (S45P)


Daniel Suchamda

Sampai sekarang, masih berusaha untuk menerangkan soal sedulur 4 5 pancer dengan kata2 yg bisa dimengerti oleh masyarakat utk wawasan. Sayang belum ketemu2 juga. Mungkin sayanya yang terlalu bodoh.
Walaupun banyak yg berteori tentang 4S5P ditulis di internet, tapi maaf, kok ampang. Banyak yg nulis dicampuraduk dengan pemahaman Islam level syariat, malah kacau balau.
Sampai saat ini, hanya bisa saya kataken kalo 4S5P itu adalah pemahaman wingit yg tidak dapat dipahami sepenuhnya bila tidak melalui praktek laku sendiri masing2.

Menurut saya, konsep S45P itu lebih bisa diterangkan dengan konsep Tantra.
Dengan kata lain, S45P adalah simbolisme fundamental utk bekerja dengan daya2 energi eksternal, internal dan yg rahasia.
Jadi, S45P adalah sama sekali BUKAN animisme-dinamisme yg terkesan simplistik dan primitif. Melainkan adalah suatu metodologi (teknologi spiritual) yang canggih, mempekerjakan komponen2 yg dimiliki manusia, lahir-batin, untuk menuju kesuatu kondisi Tauhid Mutlak (Ketunggalan Agung).
Agama2 monotheisme memiliki hanya teori kulit luarnya saja tentang Tauhid, tetapi tidak memiliki metodologi dan silsilah langsung yg dapat mengajarkan caranya. Sebaliknya, ajaran2 esoterik timur spt halnya S45P ini adalah metodologi dari sebuah silsilah langsung yg tak terputuskan (bila bisa mendapatkan si guru mursyid tsb). Jelas dan rinci cara2nya, tetapi sekaligus tidak dapat diteorikan (karena bahasa kita kewalahan).
Jadi seperti pepatah : mereka yang banyak bicara tidak mengerti, yang mengerti diam.
Itulah sebabnya terkesan dirahasiakan. Padahal bukan bermaksud pelit shg dirahasiakan. Tapi karena memang sulit dijelaskan.
Tidak lain adalah karena pemahaman secara bertahap baru bisa dicapai melalui laku praktek langsung, maka lebih baik tidak dibicarakan. Daripada dijelaskan malah yg nangkap salah. Malah2 diartikan sebagai klenik. Tanpa disadari, putra2 bangsa penerus ajaran leluhur ini turut mendegradasi makna S45P.

Johannes Nugroho Onggo Sanusi

Saudara-Saudara Halus / Sedulur papat kalimo pancer
Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditu...gaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
1. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
2. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
3. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
4. Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.

Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh ) mereka itu selalu bersama kamu, menjaga kamu dimanapun kamu berada. Mungkin kamu tidak menyadari bahwa mereka itu menolongmu dalam setiap saat kegiantanmu, mereka akan senang, bila kamu memperhatikan mereka, mengetahui akan keberadaan meraka. Adalah bijaksana untuk meminta mereka supaya berpatisipasi dalam setiap kegiatan yang kamu lakukan, seperti : minum, makan, belajar, bekerja, meyopir, mandi dam lain-lain.

Dalam batin kamu mengundang mereka, misalnya :
1. Semua saudara halusku, saya mau makan, bantulah saya ( ewang-ewangono ) artinya mereka itu akan membantumu, sehingga kamu selamat pada saat makan dam makanan itu juga baiak untukmu.
2. Semua saudara halusku, bantulah saya untuk menyopir mobil dengan selamat sampai kantor. Ini artinya kamu kan menyopir dengan selamat sampai ke kantor, tidak ada kecelakaan yang terjadi pada kamu, pada mobil dan yang lain-lain.
3. Semua saudara halusku, saya akan bekerja, bantulah saya supaya bisa meyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dan lain-lain.

Tetapi kamu jangan meminta partisipasi mereka pada waktu kamu mau tidur, untuk hal itu kamu harus berkata : saya mau tidur lindungilah saya ( reksanen ) pada waktu saya tidur, kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, bangunkanlah saya, sambil membaringkan badan ditempat tidur sebelum menutup mata, dengan meletakkan tangan kanan didada, menyentuh jantung, katakanlah : “ saya juga hidup “
Dengan mengenali mereka artinya kamu memperhatikan mereka dan sebaliknya mereka pun mengurusi kamu. Kalau kamu tidak memperhatikan mereka, mereka tidak akan berbuat apapun untuk menolongmu, mereka mengharap supaya secepatnya kamu kembali ke asalmu, supaya mereka itu secepatnya terbebas dari kewajibannya untuk mendampingimu. Ketika kamu kembali kealam kelanggengan, mereka juga akan pergi dan berharap diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilahirkan sebagai manusia dengan jiwa dan raga dalam hidup baru mereka di dunia.

Daniel Suchamda
Membaca link yg diberikan P.Johannes , saya bertanya :

1. Jadi filosofinya ada entity Tuhan Maha Pencipta yang menciptakan manusia jasad fisik plus empat entity non-fisik yg bisa dimintain tolong. Begitu?.....hehe...

2. Bila demikian hal nya ...di atas, mengapa 'aku' hanya merasa satu (bukan dua, tiga atau empat). Apakah empat sedulur yg lain itu bukan 'aku'? Kenapa 'aku' tidak merasa sbg 'dia'/'mereka'?

3. Mereka letaknya dimana?

Johannes Nugroho Onggo Sanusi
@Daniel: ga usah bingung soal filosofi. :) Yang penting dijalankan dulu & dirasakan bedanya. Setiap org juga hasil nggak mesti sama. Dari pengalaman pribadiku kalo sudah menjalani ya hasilnya nggak bakal merasa hanya satu. :)

Daniel Suchamda
@Johannes : justru karena saya sudah menjalankan, maka saya berani ngomong dan mengkritik pemahaman yg ada sekarang di masyarakat. Ini sudah saya tunda selama lebih dari 10 tahun utk mengatakan tentang hal ini.

Saya ingin mengkritik bukan karena merasa sudah hebat, maaf. Tetapi karena apa yg ada diketahui publik itu adalah suatu pemahaman yg sudah terdegradasi (merosot jauh). Sayang sekali aset Nusantara yang luarbiasa ini bila hanya ditafsirkan sedemikian saja. Saya mengajak saudara2 semua utk menaikkan / mengangkat derajat pemahaman S45P ini agar setara dengan tradisi2 lain yg sudah mendunia. Indonesia akan bisa menjadi sebuah pusat pencarian spiritual dunia, krn saat ini banyak sekali orang Barat yg mencari ajaran Timur.
Tetapi kalo pengertiannya masih seperti yang dikenal saat ini spt itu, saya rasa mereka tidak akan tertarik.


Sebagai praktisi, saya pernah memperlihatkan video tentang bukti S45P ini kepada bbrp teman di barat. Mereka kagum, tapi tak lama kemudian berucap, "Ah, that is only a mundane siddhi. There are a lot like that in any other major religion. How could that bring us toward enlightenment?"
Kita semua seharusnya bisa menjawab pertanyaan dia.
Untuk menjawab, tentu harus bisa menjelaskannya secara runtut, sistematis dan reasonable.
Kalau kalian menjelaskan dalam paradigma pandangan samawi, dipastikan mereka tidak akan tertarik. Karena bagi mereka (orang Barat) pandangan2 samawi begitu sudah dianggap out of date dan tidak benar.
Ingat. Kita hendak berbicara kepada orang2 yang memahami teori fisika kuantum, hyperspace, holographic universe. Mereka2 yg sudah berada dalam paradigma filsafat eksistensialisme, dekonstruksionisme.

Pandangan sederhana dari sudut filsafat positivisme, tidak akan dianggap memadai.

Johannes Nugroho Onggo Sanusi
‎@Daniel: makanya jangan pakai filsafat. Filsafat itu sudah basi memang.

Bga Samsinas Ph
benar mas daniiel...karena hanya menunjukan agama dipermukaan yang kacau balau xixixix

Bga Samsinas Ph
@Johannes: Filsafat itu penting sebagai langkah awal untuk menjelaskan secara rasional...tetapi harus mengandung rasa penasaran hehehehe

Daniel Suchamda
‎@Johannes : saya tidak mengajak untuk berfilsafat dalam pengertian membuatu suatu kerangka/sistem intelektual yg berdiri sendiri. Tetapi sesuatu itu (dalam hal ini S45P) tentunya harus bisa DIJELASKAN. Ini tentu membutuhkan suatu media didaktis, inilah yg aku sebut sebagai "filosofi".

Spt halnya, Buddhism juga bukan filsafat, tetapi orang mengenal Madhyamaka sebagai sebuah sistem didaktis. Dan tidak terhindar utk orang menyebutnya sebagai filosofi madhyamaka. Tetapi madhyamaka bukanlah sistem filosofi. Paham ya?

Johannes Nugroho Onggo Sanusi
@Daniel: okay, cuma masalah semantics. Lanjut gan ...

Bga Samsinas Ph
benar

Felix Antonio Bombing
Saya tertarik sangat dengan ini, apakah ada hubungannya dengan cakra2 manusia..? Bagaimana teknis untuk bisa lbh peka terhadap S45P pak Daniel? maaf saya msh nubie yg masih bnyk terpengaruh sama kepercayaan langit hehe.. mohon saya dibimbing saudara2 seiman dlm SI dan pak Daniel..

R Ony Ispriyanto
ilmu S45P itu kan ilmu praktek mas...untuk tahu ya praktek dulu...selama belum kosong ya pusing..orang2 yg terdogma ini karena indria pendengarannya membutakan mata ketiga nya..ajari kosong dulu..coba tidur: kan lupa punya arloji, punya istri, punya hutang..lupa juga punya Tuhan

Suryanto Tidak Ada
kalau yang satu ini,di jelaskan sampai berak mencret juga susah....kecuali menjalankan sendiri,baru mudeng......dan nanti malah jadi diem aja,xixixi

Daniel Suchamda
Ya, pendapat mas Ony dan mas Suryanto itu benar semua. Tidak ada jalan mudah utk menjelaskan.

Daniel Suchamda
@Felix : tentu ada hubungannya dengan chakra2. Bahkan kalau anda mau mempelajari sistem esoterik timur (taoism, buddhism, shaivite, advaita vedanta, kabbalah, tantra, dzogchen, mahamudra, gtummo tsalung, zen, shinto, Bon, dsb) semuanya berhubungan. Hanya beda2 istilah dan sistematika pembahasan, tapi menuju ke satu hal yg sama.

Supaya gak kecewa dan mendapat gambaran, saya berikan suatu penjelasan dengan sedikit berfantasi. Mudah2an esensinya bisa ditangkap :

Manusia hidup. Sering menganggapnya real dan solid. Padahal senyatanya tidak demikian. Ego si aku... inilah yg menimbulkan ilusi. Ego inilah yg menjadi sentral dari semua pikiran. Tujuannya survival, untuk melanggengkan si aku. Tapi tentu saja si ego ini tidak akan pernah puas. Oleh karena itu dikatakan bahwa keinginan menimbulkan penderitaan / ketidakpuasan. Lahir, sakit, tua, mati, itu semua dialami dan merupakan proses nature. Manusia menderita karena itu. Terhanyut dalam impian2nya. Makanya mengejar2 impian harta, jabatan, popularitas, dsb dsb. Semuanya dasar awalnya adalah ketakutan. Ketakutan itu muncul dari pikiran. Dari itu semuanya muncullah nafsu. Yang mendorong orang utk berbuat ini berbuat itu, berebut, perang, dsb. Inilah ilusi kehidupan.

Tapi manusia secara instingtif tahu, bahwa ada sesuatu yg absolut diluar itu. Dan mereka menyebutnya itu Tuhan. Tapi tak ayal bahwa manusia terjerumus dalam ilusi Tuhan2 konseptual. Karena hanya pikirannya yg dipakai utk mengenaliNya. Padahal pikiran itulah sumber ilusi. Maka usahanya pun pasti selalu gagal.

Nah, tradisi kebatinan Timur mendekati dengan cara lain. Mereka tidak berteori tentang Sang Absolut itu. Tetapi bekerja dengan apa yang ada, yaitu fisik dan batin yg kita punyai. Ajaran Timur tahu bahwa sejatinya batin manusia awam itu membeda-bedakan (majemuk), maka mereka menggunakan simbol2 yang majemuk. Oleh karena itu, sepertinya muncul banyak Dewa / Yidam. Tapi itu hanyalah sebagai prasarana perantara utk men-tag batin majemuk itu, supaya tidak mengkhayal tauhid yg prematur. Mereka mengajarkan kita utk bekerja menyelidiki sendiri melalui pengalaman batin langsung masing2 dengan simbol2 yg a bermacam-macam itu. Tidak heran bila dalam wejangan pengjarannya juga menggunakan simbol2 yg bagi orang luar terasa tidak masuk akal. Semua itu ditujukan sebagai piranti untuk menyelidiki dan menembusi bagaimana ilusi2 itu membentuk persepsi, pikiran dan perasaan (di sistematikan Jawa disebut : Cipta, Nalar, dan Pakerti). Pada akhirnya, nanti simbol2 yg beranekamacam itu ditembusi , seperti 3 dimensi menjadi 2 dimensi menjadi lingkaran, lingkaran menjadi garis, garis menjadi titik, titik menjadi kasunyatan (emptiness). Semua dalam satu, satu dalam semua.

Sampai disini saya --tidak bisa tidak--mengajak anda utk berfantasi (mengajar dengan menggunakan analogi). Yaitu bayangkan bahwa hidup ini adalah bagaikan gambar2 manusia/ filem di layar monitor.
Anda, saya, kita semua tiada lain hanyalah mahluk2 di layar monitor. Kita berinteraksi dan terkondisi oleh hukum2 sistem yg ada dalam komputer itu.
Nah, sekarang utk memahami bahwa gambar2 itu tidak benar2 real, maka kita mencoba utk masuk deeper ke dalam sistem informatika dari sebuah komputer. Kita menemukan bahwa "orang" (dlm gambar tsb) tiada lain adalah hanya pixel2 dari perpaduan berbagai warna (merah, kuning, hijau, biru, dsb). "Orang" itu harus belajar utk memahami bahwa yg disebut diri itu tiada lain hanyalah tersusun dari komponen2 dasar elemental tersebut. Lalu ia masuk lebih dalam ke sistem utk meng"attune" color-system dari graphic-card computer tersebut. Ia memodulasi warna merah dengan suatu program2 baru, warna kuning dimodulasi atau di link dengan program2 tertentu, dst. Pada waktu program besar di runing, maka "orang" itu tampaknya seperti kebal, bisa berjalan diatas air, dst. Orang2 lain sptnya kagum, terkesima , mengatakan sbg ajaib. Padahal sebenarnya, "orang" ybs hanyalah mengubah / mengowah command2 dari subroutine program tertentu.
Begitulah seterusnya , sampai si program "orang" itu sadar, bahwa semua itu tiada lain adalah permainan Listrik belaka. Listrik dari binary 1 dan 0 (yin dan yang).
Dengan menyadari dan mampu masuk hingga level bahasa mesin / power source dari sistem komputer itu, maka ia terbebas dari peran2 yg harus dia jalankan sebagai "orang tertentu" dalam program itu.

Kurang lebih begitu. Semoga menjadi lebih jelas.

Sebelum dikenal komputer, cara pengajaran secara analogis begitu sebenarnya sudah diupayakan oleh para leluhur kita, yaitu melalui : pagelaran WAYANG.

====March.02, 2011 18.15

6 komentar:

Daniel Suchamda mengatakan...

G 'Joe' Bayuardi : Makasih, nambah wawasan. Ternyata hal ini bukan hanya sekedar penjelasan mengenai struktur makro dan mikro kosmos.

DS : nantinya akan dapat diketahui melalui pengalaman langsung, bahwa makro vs mikro itu pun sebenarnya ilusi. Yg ada hanyalah KETUNGGALAN AGUNG. Inilah Tauhid. Tapi jangan prematur ya, seperti orang yg suka teriak2 'satu' tapi sangat diskriminatif itu. :)

Daniel Suchamda mengatakan...

Tobush Jawa : Mohon maaf ikut rembug, klo dr pemahaman saya S45P itu mewakili Lang-lang Buwana ato pangider jagad yg dibentuk oleh Sang Hyang Bathara Manik Maya sbg pusat Alam Semesta, berturut2 Bathara Wisnu, Bathara Brahma, Bathara Is...wara, dan yg trakir klo ga slh Bathara Mahadewa, menjaga semesta barat, timur, utara, dan selatan. Tp dimasyarakat kita selalu disimbolkan dan difilsafatkan. Rahayu _/\_

DS :Oh...tentu...tentu....
Semua itu tergantung dari kapasitas kita membaca simbol2 itu. Sesuatu menjadi salah , apabila simbol2 itu diabsolutkan.

Daniel Suchamda mengatakan...

STH : Apakah prosesnya persis spt itu?

DS : Mohon diperhatikan ya STH, penjelasan saya di atas itu HANYALAH PERUMPAMAAN. Sekali lagi, itu adalah analogi. BUKAN tuntunan yang sebenar-benarnya.
Yang namanya perumpamaan, pasti tidak persis dengan yg diumpamakan. Karena kalo ...persis 100...% itu namanya bukan perumpamaan lagi.
JADI....perumpamaan jangan dipikir2.
Hal2 atas diberikan sebagai petunjuk saja bahwa aset leluhur Nusantara itu sangat dalam dan tinggi nilai kawruhnya.

Apalagi perumpamaan itu cuman bisa menjelaskan 1 Rit (satu trayek dari si "orang" menuju Listrik). Kalau anda pulang-pergi (pp) ber-rit2 (misal : anda membayangkan dalam posisi Listrik melihat "orang", dan "orang" melihat Listrik, dst). Dipastikan akan njebluk ndase. Karena anda akan berhadapan dengan cermin absurd. Itulah yg disebut hijab. Selama hijab anda belum terbuka, anda tidak akan memahami. Makanya ini disebut self-secret (menjadi rahasia secara otomatis/ dengan sendirinya).

Daniel Suchamda mengatakan...

DS :

Dalam agama Buddha Theravada juga dikenal meditasi 4 unsur. Dimana karakter tiap unsur dapat dimanfaatkan, dan ditembusi hingga taraf rupa-kalapa. Kemudian sampai ke Hadayavattu (bindu di dalam jantung) ditembusi hingga terlihat rangkaian seluruh kehidupan yang lalu.

Dalam Buddha Tantra, dikenal 4 buddha di masing2 arah dan satu di sentral. Sistem ini yg disebut Pancadhyani Buddha. Masing2 mewakili unsur dan elemen2 tertentu lainnya spt : warna, musim, jenis emosi, yidam, mata-angin, wisdom, dsb.

Dalam Taoism, dikenal sistem 5 unsur (wuxing), yg mewakili juga 4 arah + 1 pusat, warna2, musim, jenis emosi, organ2 tubuh mayor dan minor, meridian, dsb. Makanya bisa digunakan sebagai sistem untuk pengobatan Tradisional China, spt tusuk j...arum, herbal, dsb.
Atau sistem pengolahan energi spt chikung, neidan, dsb.

Dalam Kabbalah (esoteric Yahudi) dikenal yg disebut Yesodot (4 element) yang selanjutnya dilambangkan dalam nama-nama malaikat (Michael, Gabriel, dsb), simbol2 binatang (singa, garuda, ular, dsb) yang pada lanjutnya menyangkut pada simbolisme cherubim. Ini tercantum dalam kitab Zohar yg sebagai acuannya, dan merupakan bagian dari 10 Sephirot (Tree of Life).

Dalam Hindu , ini yg disebut Pancamahabhuta (5 element utama) : kshiti or bhūmi (tanah), ap or jala (air), tejas or agni (api), marut or pavan (angin), byom or shunya (akasha) (unsur ether atau kekosongan / ruang). Disamping itu penjabaran aplikatifnya juga terdapat dalam sistem Ayurvavedic, yg digunakan dalam sistem pengobatan, astrologi, mineralogy dan klasifikasi dewa2.

Dalam Dzogchen , 5 element inilah yang digunakan untuk memurnikan tubuh bahkan membawa kembali tubuh solid fisik ini menjadi tubuh cahaya melalui sistem yg disebut Thodgal, melalui 4 vision (blackness, redness, whiteness, dsb).

Dalam Gnostic, melalui kitab yg disebut Pistis Sophia, Yesus memberitahu Maria secara rahasia tentang Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan di dalam surga Adam, spt yg sudah ditulis secara rahasia oleh Nabi Enoch dalam Kitab Ieu.

Dalam Tassawuf Islam, sistem ini dikenal dengan simbol2 4 malaikat (spt pada Kabbalah) yaitu Jibril, Mikail, Izroil dan Izrofil. Yang mengarahk kepada pemahaman Nur Muhammad, dsb.

Daniel Suchamda mengatakan...

T : Jadi apa sebenarnya S45P tersebut?

DS : Inilah yg disebut Gnosis (Pengetahuan Rahasia -The Secret)/Jnana/Al Hikmah/Chos/Vidya/Anuttara-dharma, dsb yang terdapat dalam tradisi2 esoterik semua bangsa2 tua di dunia. Sebuah pengetahuan rahasi...a untuk melampaui kepadatan realitas spt yg kita kenal ini, ...menuju suatu titik asal muasal pertama (yg disebut Allah/Tuhan/Bapa/Adi-buddha/Samantabhadra/Tao/Rigpa/Nirwana, dsb).

Inilah yang disebut palang pengunci kandang (palon) sudah dibuka. Sabdopalon telah datang. Meterai sudah dibuka. Sangkakala ditiup. Tinggal masing2 orang menunggu sampai kembalinya sang Pancer. Itulah Kristus yg hadir dalam bentuk kesadaran. Sang Mesiah, Sang Ratu Adil, Imam Mahdi, dll.

Daniel Suchamda mengatakan...

Stop press!
Tahukah kalian bahwa Large Hadron Super Collider dari CERN (European Organization for Nuclear Research) yang dibangun dibawah tanah melalui perbatasan 3 negara tersebut, sebenarnya sedang menyelidiki prinsip kuno ini. Maka jangan heran bila di lobby pusat penelitian itu terdapat display2 ukuran besar yg berisikan kutipan2 teks ayat2 misterius dari segala macam jenis agama2 esoterik.

http://www.youtube.com/watch?v=1_HrQVhgbeo&feature=related